Buat penggalangan dana. Klik di sini
PILU! Lansia Buta Sebatang Kara Hanya Makan Nasi & Garam

PILU! Lansia Buta Sebatang Kara Hanya Makan Nasi & Garam

Pengelola: Beramal Jariyah X Global Sedekah Movement

Donatur
1075
Terkumpul
Target
Penerima Manfaat
2
Jompo Tersantuni

Di usianya yang semakin senja, dengan tubuh yang semakin renta Abah Apda (81) harus hidup dengan penuh keprihatinan. Ditambah, sudah hampir 1 tahun ini Abah sudah tidak bisa melihat lagi.

Sudah puluhan tahun lamanya Abah hidup seorang diri di sebuah gubug yang sudah lapuk. Istrinya sudah lama meninggal, sedangkan anaknya bekerja sebagai buruh serabutan dan tinggal di kampung lain.

Di usianya yang sudah senja, hal pahit dalam kehidupan kerap beliau rasakan. Selain kehilangan sang istri, Abah harus kehilangan penglihatannya. Hal inilah yang membuat Abah merasa sedih dan membuatnya semakin terpukul.

Setiap selesai sholat Abah selalu berdoa dan menangis untuk mendoakan sang istri dan untuk kesembuhan matanya.

Profesi Abah sehari-hari adalah menjual ayakan. Namun setelah kehilangan penglihatannya Abah jadi kesulitan untuk mencari nafkah.

Dengan keterbatasannya saat ini, Abah memaksakan diri untuk membuat anyaman dan tentunya memerlukan waktu yang lebih lama, tidak seperti sebelumnya ketika Abah masih bisa melihat.

“Kalau gak nganyam Abah mau makan dari mana? Abah gak mau bergantung sama tetangga,” kata Abah Apda.

Karena keterbatasan biaya, Abah Apda tidak pernah memeriksakan dirinya ke rumah sakit.

“Abah cuma pergi ke puskesmas. Kata dokter kemungkinan katarak, Abah disuruh periksa ke rumah sakit tapi Abah gak ada biaya,”

Dengan meraba-raba, Abah berusaha menganyam satu demi satu bambu ayakan yang akan dibuatnya. Sesekali beliau berhenti karena merasakan sakit dan berat di kepalanya.

Abah bercerita, setelah kehilangan matanya beliau selalu merasakan sakit di kepalanya. Tak jarang ia selalu meraung kesakitan sambil beristigfar. Tidak ada obat yang ia konsumsi, untuk meredakan sakitnya Abah hanya merebahkan badannya.

Karena kondisi kesehatannya semakin menurun, hasil anyaman yang Abah buat pun tidak begitu banyak. Ini yang membuat penghasilan Abah menurun. Tak jarang ia pun hanya bisa makan nasi ditaburi garam.

Belum lagi tempat tinggalnya saat ini sangat tidak layak. Dinding bangungannya lapuk, lantainya sudah banyak yang ambruk, membuat Abah setiap malam merasa kedinginan.

Abah memiliki harapan, suatu saat ia ingin bisa berobat dan memperbaiki tempat tinggalnya.

Sahabat, dalam kondisi sulitnya, Abah Apda sangat memerlukan bantuan kita semua. Yuk kita berikan harapan dan bantuan untuk Abah agar ia segera sembuh dan bisa melanjutkan hidupnya dengan senyuman!

Klik "DONASI" dan berikan donasi terbaikmu.

 

Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan pokok, pemberian modal usaha dan biaya pengobatan untuk Abah Apda. Donasi yang terkumpul lebih akan disalurkan untuk membantu penerima manfaat lain serta keberlangsungan program sosial kemanusiaan di bawah naungan Yayasan Sahabat Beramal Jariyah.

Butuh Bantuan?
Hubungi Kami Telp / WA: 0819 95 10 1000

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman kampanye ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili beramaljariyah.org.
Beramal Jariyah akan melakukan verifikasi terkait kondisi dan data yang diberikan penggalang dana sampai diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, sehingga cerita dan data yang diberikan dalam kampanye ini adalah sesuai keadaan sebenarnya.
PROGRAM TELAH BERAKHIR
© 2018 - 2026 Yayasan Beramal Jariyah
bekerjasama dengan PT Setiap Hari Dipakai / Evermos

Yayasan Sahabat Beramal Jariyah dengan akta pendirian No. 79 Tanggal 31-01-2020, adalah lembaga penggalangan dana online dengan situs beramaljariyah.org yang menggalang program Zakat, Infaq, dan wakaf. Pembayaran ditujukan ke rekening A.N Sahabat Beramal Jariyah. Donasi manual agar mencantumkan keterangan program yang akan dibantu. Dana tanpa keterangan akan kami salurkan melalui program regular Sahabat Beramal Jariyah dan masuk kategori dana infak.

Kami juga menerima pembayaran melalui: