Mata Rabun, Pendengaran Hilang, Jalan Ringkih… Tapi Abah Masih Harus Berjuang
Kadang hidup ini nggak adil ya?
Di usia 64 tahun, Abah Tolib masih harus banting tulang. Pagi sampai siang nyari rongsok, siang sampai magrib jualan es mambo. Untungnya? Cuma 800 perak per es… kira-kira cukup buat hidup?
"Kalau dibilang cukup, ya di cukup-cukupin aja Nak.. Udah sering Abah sama Emak mah tahan lapar… Tapi Abah mah ikhlas, mungkin emang begini jalan hidup Abah," katanya.
Mirisnya, pernah Abah tersenggol motor pas lagi jalan deket jembatan. Es jualannya tumpah semua, berserakan di jalan.
"Perasaan Abah udah di pinggir, tapi nggak jelas… Mungkin dia klakson, tapi Abah nggak dengar. Pas kesenggol, orangnya cuma lihat, terus pergi…
..Hari itu, Abah pulang sambil nangis. Nggak ada uang yang bisa dibawa buat makan… semua esnya udah kotor dan cair."
Yang menyayat hati, umah tempat Abah tinggal bersama istrinya pun jauh dari kata layak. Atapnya bocor di mana-mana, hanya tertutup terpal seadanya.
"Kalau ada rezeki, Abah mah cuma pengen hidup lebih layak, nggak harus kerja keliling lagi. Udah capek, Nak… Pengen juga benerin rumah, soalnya kalau hujan badai teh suka takut roboh," ucap Abah.
Sahabat Amal, puluhan tahun Abah berjuang untuk terus bertahan hidup. Saat ini giliran kita tuk bahagiakan Abah yuk?


