Mbah Miyem sudah 81 tahun, tapi umur rentanya belum bisa membuatnya berhenti dan beristirahat layaknya lansia lainnya. Ia masih harus menghidupi dirinya sendiri dikarenakan sudah hidup sebatang kara, suaminya sudah meninggal.
Setiap hari Mbah Miyem berjalan kurang lebih 20 km jauhnya, ia menjajakan dagangannya yaitu sayur dan buah seadanya ke pasar dan toko-toko pinggir jalan. Mbah Miyem terpaksa harus melakukan itu setiap hari, jika tidak maka ia tidak bisa makan.
Mbah masih harus berjalan ke depan toko swalayan setelah pasar tutup. Hal tersebut karena untuk mencukupi kebutuhan mbah sangat sulit, bahkan untuk konsumsi makanan. Sering sekali dagangannya tidak laku, sehingga pulang dengan tangan kosong, pada akhirnya Mbah Miyem makan dagangannya sendiri yang tidak terjual.
Dalam sekali berjualan bisa dapat Rp3.000 sampai Rp5.000 saja sudah Alhamdulillah. Namun, jika dagangannya tidak laku, darimana mbah bisa makan?
Terlebih usianya yang sudah sangat tua. Teman baik, kita bantu Mbah Miyem yuk? Supaya ia tidak harus jualan jauh-jauh lagi



