Akbar (30 tahun) telah hidup dengan tumor yang menyumbat pembuluh darah di area wajahnya sejak kecil. Kondisi ini membuatnya harus menjalani pengobatan panjang sejak usia dini. Namun perjuangan itu tak pernah benar-benar selesai. Pengobatan Akbar sering terpaksa berhenti. Bukan karena ia sembuh, melainkan karena biaya yang tidak lagi sanggup dipenuhi.

Demi bertahan dan berharap suatu hari bisa sembuh, Akbar mengandalkan tenaganya sendiri. Ia pernah mengamen, menjadi ojol, hingga akhirnya bekerja sebagai sopir angkot. Saat ini, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Terkadang, saat sepi penumpang ia bahkan harus nombok untuk menutup setoran.
Di tengah kondisi fisik yang terus melemah dan tekanan ekonomi yang semakin berat, Akbar tetap memilih bekerja dengan jujur dan pantang menyerah.

Saat ini, Akbar masih membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pengobatan. Bantuan ini akan digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, obat-obatan di luar tanggungan BPJS, serta perawatan lanjutan yang harus dijalani secara berkala.
Akbar tidak meminta dikasihani. Ia hanya membutuhkan kesempatan agar pengobatannya tidak berhenti lagi di tengah jalan. Mari bantu Akbar melanjutkan perjuangannya melawan penyakit yang telah ia hadapi sejak kecil.


