Di usianya yang seharusnya dipenuhi canda tawa, Raka Putra Heryana (9) justru harus menahan rasa sakit setiap hari. Awalnya, hanya ada benjolan kecil di hidungnya. Namun dalam waktu 3 bulan saja, benjolan itu tumbuh cepat, menutupi lubang hidung kanan, menjalar ke mata kanan hingga membuat matanya tak bisa menutup saat tidur. Raka divonis mengidap kanker nasofaring yang menjalar ke bagian wajah yang menyerang sistem pernapasan dan organ-organ vital di sekitarnya.

Kini, benjolan tersebut juga mulai menutup lubang hidung kiri. Jika tidak segera ditangani, saluran napas Raka bisa tertutup total.
Malam-malam penuh rintihan. Raka seringkali merintih kesakitan, sulit makan, bahkan kerap muntah darah karena penyakit yang menyerang sistem pernapasan serta organ vital di sekitarnya. Penyakitnya memaksa Raka meninggalkan bangku kelas 5 SD, impian sekolahnya harus tertunda
“Kasihan lihat anakku. Tidurnya gak pernah nyenyak. Sebelah matanya gak bisa ketutup, terus sebelah hidungnya ditutup penyakit. Jadi suka sesak kalau tidur...” — Ibu Nurhaeni
Saat penyakit ini mulai menyerang, ayah Raka memilih pergi. Tidak ada lagi kabar, apalagi membantu memberikan nafkah. Sejak itu, Raka hanya bergantung pada ibunya, Nurhaeni, yang berjualan teh poci kemasan di depan minimarket.
Penghasilannya bahkan sering tidak cukup untuk makan sehari-hari. Tapi seorang ibu tak pernah berhenti berjuang. Nurhaeni sudah menjual apa saja yang bisa dijual, berutang ke sana-sini, dan bolak-balik rumah sakit hanya demi satu harapan agar raka bisa sembuh. tabungan telah habis dan hutang semakin menumpuk. Padahal, pengobatan Raka tidak boleh berhenti. Jika terputus karena biaya, nyawa anak ini benar-benar bisa terancam.
Setiap minggu, Raka harus menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin, Bandung. Dari rumah mereka di Subang, perjalanan ini bukan hanya melelahkan, tapi juga penuh biaya.

Meski BPJS menanggung sebagian, masih banyak kebutuhan lain yang tidak tercover, seperti; biaya transportasi & akomodasi Subang–Bandung, obat tambahan & alat bantu medis dan kebutuhan harian selama mendampingi Raka berobat. Benjolan di wajah Raka semakin membesar dan menyebar. Setiap hari adalah perjuangan antara hidup dan mati.
Penerima Manfaat beralamat di Sukasari, Kab Subang
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung biaya pengobatan Raka yang tidak tercover BPJS, termasuk obat tambahan, alat bantu medis, serta biaya transportasi dan akomodasi Subang–Bandung selama berobat. Selain itu, donasi juga akan membantu kebutuhan sehari-hari Raka dan Ibu Nurhaeni yang kini berjuang seorang diri. Jika terdapat kelebihan dana, akan disalurkan kepada penerima manfaat lain yang berada di bawah naungan program Yayasan Sahabat Beramal Jariyah.



