Di usia yang seharusnya menjadi masa istirahat, Abah Edin yang berusia 70 tahun justru harus terus bekerja keras demi bertahan hidup. Setiap hari, ia berjalan tertatih dengan tas usang berisi baju-baju yang dijualkan milik orang lain.
“Abah jualan baju orang… buat makan sama berobat. Rumah juga udah mau roboh…” ucapnya pelan, di tengah angin sore.
Abah Edin adalah seorang lansia sebatang kara yang tinggal di rumah nyaris roboh, berdinding kayu lapuk, tanpa listrik, dan tanpa alas tidur yang layak. Sejak istrinya meninggal karena penyakit TB paru, Abah kini harus hidup sendiri.
Beberapa tahun lalu ia pernah jatuh dari pohon nira saat bekerja, yang menyebabkan kakinya lumpuh selama beberapa waktu. Kini, kondisi fisiknya semakin melemah: pendengarannya yang terganggu, nafasnya sering sesak, namun ia tetap memaksakan diri untuk mencari nafkah.
Setiap hari, Abah berjalan beberapa kilometer untuk menjual 4–5 potong baju. Keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp5.000–Rp15.000. Tapi uang itulah yang ia gunakan untuk membeli makanan sedikit demi sedikit dan menabung untuk berobat dan merenovasi rumahnya.
“Capek banget, napas sesak, telinga juga udah nggak terlalu denger. Kalau ada yang manggil beli, suka nggak kedengeran,” keluhnya.
Yang paling ditakuti Abah bukanlah kelaparan, tapi rumahnya yang bisa roboh kapan saja. Ia takut tidak sempat menyelamatkan diri saat itu terjadi.
“Abah nggak mau nyerah. Abah pengen sembuh, pengen rumahnya dibenerin… biar nggak takut tiap malam.”
Di usia yang seharusnya jadi masa istirahat, Abah masih harus bertarung setiap hari hanya untuk bertahan. Mimpinya sederhana: sebuah rumah yang aman, dan tubuh yang bisa diajak bernafas tanpa sakit. Sahabat Amal. Dengan sedikit uluran tanganmu, kita bisa bantu Abah Edin memperbaiki rumahnya dan menjalani hidup yang lebih layak di usia senja.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, renovasi tempat tinggal Abah, serta biaya pengobatan abah. Apabila terdapat kelebihan dana, akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya di bawah naungan program Yayasan Sahabat Beramal Jariyah.



