Jangan sembarangan cabut gigi, bisa-bisa jadi tumor ganas seperti yang dialami Abah Nana (80 tahun).
Awalnya cuma benjolan kecil di gusi karena Abah cabut gigi sendiri. Tapi lama-kelamaan benjolan itu terus membesar, sering berdarah, bikin mata kanan nyeri, dan membuat napasnya sesak.
“Ini sakit banget, Nak... Hampir tiap hari Abah nangis ke Emak. Pengen sembuh, tapi rasanya buat orang kayak Abah ini, sembuh itu mimpi ya?” kata Abah lirih.
Kalimat itu bikin hati kami hancur. Apalagi setelah tahu, karena saking frustasinya benjolan tak kunjung sembuh dan rasa sakit terus menyerang, Abah sampai menyayat tahi lalatnya sendiri dengan silet.
“Emak kaget banget waktu itu. Darah ngucur ke mana-mana. Emak dan Abah cuma bisa nangis, sambil nutup lukanya pakai kain,” cerita Mak Lia, istrinya.
Dokter menyarankan Abah menjalani enam kali kemoterapi. Tapi jangankan untuk kemo, untuk makan sehari-hari saja mereka sering kesulitan. Mak Lia hanya jualan baso aci dan gorengan. Penghasilan mereka paling banyak Rp50 ribu per hari, malah kadang kurang dari itu.
“Kalau kontrol ke rumah sakit di Bandung, kami harus naik kereta. Ongkos pulang-pergi bisa sampai Rp400 ribu. Itu belum termasuk biaya obat dan kebutuhan lainnya,” kata Mak Lia lagi.
“Kadang Emak sedih, Nak... Cuma bisa kompresin benjolan Abah pakai air hangat. Emak benar-benar nggak tahu harus cari uang ke mana lagi buat ngobatin Abah,” tambahnya.
Kak, Abah Nana sudah menahan sakit ini selama berbulan-bulan. Tak tega rasanya.. Kita bantu Abah sembuh yuk?




