Beberapa tahun lalu, Abah Entoy (79) jatuh saat kerja jadi kuli panggul kayu yang buat tangan dan kakinya patah. Karena nggak ada biaya buat berobat, sampai sekarang setengah badannya kaku. Jalan pun susah, harus diseret pelan-pelan.
Belum juga pulih, cobaan lain datang. Istrinya, Mak Yaya (65), kena stroke. Tubuhnya kaku, nggak bisa jalan, cuma bisa terbaring di rumah. Abah sering ngerasa bersalah karena nggak bisa bawa istrinya berobat. Makanya, meski tubuhnya sendiri sakit, Abah tetap kerja petik daun melinjo buat dijual.
Setiap hari, Abah pergi ke kebun. Jalannya tertatih, badannya sakit, tapi dipaksakan juga. “Kalau nggak gini, gimana bisa makan? Gimana bisa bawa istri berobat? Kasian, istri Abah nangis terus nahan sakit…” katanya lirih.
Dalam sehari, Abah cuma sanggup ngumpulin 3 kilo daun melinjo. Harganya cuma 5 ribu per kilo. Kalau laku semua, paling banyak Abah cuma dapat 15 ribu. “Sekarang mah 15 ribu cuma cukup buat 1 liter beras ya, Nak? Lauknya ya seadanya… Alhamdulillah segini juga,” ucap Abah, mencoba bersyukur.
Yang bikin nyesek, kalau rasa sakit di tangan dan kakinya kambuh, Abah cuma bisa duduk di pinggir jalan, menahan tangis. “Nggak tau harus gimana lagi, Nak… Cuma bisa ngerasain sakitnya,” ujarnya pelan.
Sebenernya, Abah pengen berhenti kerja dan fokus jaga istrinya di rumah. Tapi kalau nggak ada penghasilan, mereka makan apa? Kalau Abah punya usaha kecil di depan rumah, setidaknya dia bisa tetap cari nafkah tanpa harus ke kebun dan keliling jualan.
Sahabat, yuk bantu Abah Entoy! Dengan sedikit rezeki dari kita, Abah bisa punya usaha kecil di rumah dan nggak perlu kerja berat lagi di usianya yang sudah renta dan sakit-sakitan.


