Ratusan anabul saat ini berjuang bertahan hidup di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Saat air meluap dan rumah-rumah tenggelam, mereka kehilangan tempat berlindung dan terpisah dari majikannya. Banyak anabul terjebak di atap rumah, terseret arus, atau selamat namun kini terlantar di antara puing-puing banjir.
Mereka tidak bisa meminta tolong dengan kata-kata, tetapi tubuh yang menggigil, luka terbuka, dan tatapan mata penuh ketakutan menjadi saksi penderitaan yang mereka alami setiap hari. Bahkan, shelter yang menjadi tempat aman bagi mereka pun terdampak karena kondisi shelter rusak, stock makanan yang menipis hingga banyak kucing yang menjadi sakit dan luka-luka.

Pasca bencana, kondisi mereka semakin memprihatinkan. Sebagian anabul yang berhasil diselamatkan warga dan relawan ditemukan dalam keadaan kedinginan, kelaparan, serta mengalami luka di kaki, leher, dan mata akibat terseret arus dan tertusuk benda tajam.
Namun di luar sana, masih banyak anabul yang berkeliaran di jalanan dalam kondisi luka dan lemah, tanpa makanan dan perawatan. Warga yang terdampak bencana pun masih kesulitan memenuhi kebutuhan sendiri, sehingga tidak ada makanan sisa atau bantuan yang bisa diberikan untuk anabul. Tidak ada yang lebih menyayat daripada melihat makhluk Tuhan menderita tanpa bisa meminta tolong.

Jika tidak segera dibantu, anabul-anabul ini berisiko mengalami infeksi luka, penyakit, hipotermia, hingga mati perlahan karena kelaparan. Padahal, mereka sudah berjuang sejauh ini bertahan dari banjir, dari luka, dan dari rasa takut yang terus menghantui. Mereka layak mendapatkan kesempatan untuk hidup dan pulih, dan kita bisa menjadi harapan baru agar mereka tidak harus berjuang sendirian.
Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak anabul terdampak bencana di Sumatera, mulai dari makanan hewan, shelter sementara, hingga obat-obatan dan vitamin untuk pemulihan mereka. Jika terdapat kelebihan dana, donasi akan disalurkan kepada penerima manfaat lainnya di bawah naungan program Yayasan Sahabat Beramal Jariyah.


