Buat penggalangan dana. Klik di sini
TOLONG! Nek Sariyah Tahan Sakit Benjolan Sambil Jualan Cimol

TOLONG! Nek Sariyah Tahan Sakit Benjolan Sambil Jualan Cimol

Pengelola: Sahabat Beramal Jariyah x Kebaikan Indonesia Insani

Donatur
28
Terkumpul
Target

Siang itu, Nek Sariyah berjalan pelan sambil menahan sesuatu yang tak bisa ia ceritakan dengan kata-kata. Kepalanya berdenyut hebat, telinganya terasa seperti disetrum berulang kali. Kadang darah keluar tiba-tiba, membuat tubuhnya lemas seketika. “Sakitnya nggak bisa dijelasin…,” ucapnya lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh tangis yang ia tahan sendiri.

Di usianya yang ke-72 tahun, ia masih menenteng keranjang kecil berisi cimol, melangkah dari rumah ke rumah. Langkahnya sering goyah, wajahnya pucat, tapi senyum tetap ia paksakan setiap kali ada yang membeli. Tak banyak yang tahu, di balik senyum itu ada rasa sakit yang terus menusuk, seolah tak pernah memberi jeda.

Beberapa tahun lalu, Nek Sariyah sempat merasa sedikit lega ketika dinyatakan sembuh dari benjolan ganas di matanya. Semua tabungan habis, barang berharga dijual, keluarga berutang ke sana-sini demi pengobatan. Ia pikir penderitaan itu sudah selesai. Nyatanya, penyakit itu kembali—kali ini tumbuh di belakang telinganya, makin hari makin membesar, membuatnya sulit tidur dan sering menangis dalam diam.

Ada hari-hari ketika benjolan itu pecah dan darah keluar tanpa henti. Saat itu terjadi, Nek Sariyah hanya bisa duduk diam, tubuhnya gemetar, tenaga seakan habis. “Kalau udah berdarah, saya nggak kuat apa-apa…,” katanya pelan. Tak ada obat yang benar-benar ia miliki, hanya harapan agar rasa sakit itu cepat mereda.

Suaminya kini sudah sangat renta, berjalan saja harus perlahan. Ia tak lagi mampu bekerja. Anaknya sudah berusaha semampunya, tapi penyakit yang tak kunjung usai membuat mereka benar-benar kehabisan daya. Tak ada lagi tabungan, tak ada lagi barang yang bisa dijual. Yang tersisa hanya tubuh tua Nek Sariyah yang terus ia paksa kuat.

Maka meski kepala berdenyut dan darah sering keluar, ia tetap berjualan cimol setiap hari. Dari pagi sampai sore, berharap dagangannya laku agar bisa membeli obat seadanya. Penghasilannya sekitar Rp40.000 sehari—itu pun kalau beruntung. “Kalau berhenti jualan, saya nggak bisa beli obat,” ujarnya lirih, pasrah tapi tak punya pilihan lain.

Orang Baik, Nek Sariyah tak seharusnya menjalani hari tuanya dengan rasa sakit seperti ini. Ia butuh pengobatan medis agar nyeri dan pendarahan itu bisa berhenti. Mari kita jadi alasan ia tak lagi menahan sakit sendirian. Ulurkan bantuanmu sekarang dengan berdonasi, agar Nek Sariyah bisa menjalani sisa hidupnya dengan lebih tenang dan manusiawi. 

Butuh Bantuan?
Hubungi Kami Telp / WA: 0819 95 10 1000

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman kampanye ini adalah milik penggalang dana dan tidak mewakili beramaljariyah.org.
Beramal Jariyah akan melakukan verifikasi terkait kondisi dan data yang diberikan penggalang dana sampai diketahui oleh Lurah/Kepala Desa setempat, sehingga cerita dan data yang diberikan dalam kampanye ini adalah sesuai keadaan sebenarnya.
PROGRAM TELAH BERAKHIR
© 2018 - 2026 Yayasan Beramal Jariyah
bekerjasama dengan PT Setiap Hari Dipakai / Evermos

Yayasan Sahabat Beramal Jariyah dengan akta pendirian No. 79 Tanggal 31-01-2020, adalah lembaga penggalangan dana online dengan situs beramaljariyah.org yang menggalang program Zakat, Infaq, dan wakaf. Pembayaran ditujukan ke rekening A.N Sahabat Beramal Jariyah. Donasi manual agar mencantumkan keterangan program yang akan dibantu. Dana tanpa keterangan akan kami salurkan melalui program regular Sahabat Beramal Jariyah dan masuk kategori dana infak.

Kami juga menerima pembayaran melalui: