Serumit ini ya jadi orang dewasa. Di satu sisi harus tetap bekerja demi sesuap nasi, di sisi lain harus berjuang menyelamatkan anak yang sedang sakit parah. Itulah yang dirasakan Pak Omed setiap harinya. Salsa Bila, putri kecilnya yang baru berusia 9 tahun, dulu dikenal ceria, aktif, bahkan pernah bermimpi menjadi seorang dokter. Tapi sekarang, ia hanya bisa terbaring lemah di rumahnya.

Semua bermula dari bengkak di kedua mata Salsa yang tak kunjung membaik selama berbulan-bulan. Karena keterbatasan biaya, keluarganya tak mampu membawa Salsa ke dokter. Mereka hanya bisa mengompres seadanya, sambil berharap kondisinya membaik. Namun, kondisi itu justru memburuk. Perut Salsa mulai membesar, napasnya sering sesak, hingga akhirnya ia mengalami kejang hebat.

Sejak kejadian itu, hidup Salsa berubah drastis. Ia tak lagi bisa berjalan. Suaranya pun menghilang, mulutnya hanya terbuka tanpa mampu mengeluarkan kata. Setelah diperiksa, Dokter mendiagnosa Salsa mengalami ginjal bocor dan membutuhkan penanganan medis segera. Tanpa perawatan lanjutan, kondisinya bisa semakin membahayakan nyawanya.

Namun, Ayahnya hanyalah pedagang cuanki keliling dengan penghasilan sekitar 40.000 per hari, itu pun jika dagangannya laku. “Saya pengen banget bawa Salsa ke rumah sakit besar, tapi uang buat makan aja sering kurang,” ucapnya lirih. Setiap hari ia berjalan dari pagi hingga malam, sambil menahan rasa takut kehilangan anaknya.

Sementara itu, kondisi Salsa makin memprihatinkan. Tubuhnya semakin kurus, perutnya terus membengkak, dan ia harus menahan sakit tanpa tau kapan bisa berobat. Di usia yang seharusnya diisi dengan sekolah dan bermain, Salsa justru berjuang untuk bertahan hidup. Mari bantu Salsa mendapatkan kesempatan untuk berobat, pulih kembali, dan melanjutkan mimpi kecilnya yang sempat terhenti.


